Ads

Tampilkan postingan dengan label Seputar Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Jogja. Tampilkan semua postingan

Harga Rumah di Yogyakarta Selangit, Konsumen Cuma Bisa Gigit Jari

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta

Kenaikan Harga Rumah di Yogyakarta Selangit, Konsumen Cuma Bisa Gigit Jari.
Saat ini Harga jual dasar tanah di Jogja menjadi nomor dua yang tertinggi di Indonesia, setelah Bali.
Banyak Konsumen Rumah Yogyakarta yang pada waktu awalnya menunda membeli rumah, sekarang hanaya bisa gigit jari karena tidak mampu mengejar kenaikan harga properti yang kenaikannya bahkan bisa mencapai Lebih Dari 30% Per Tahun.




“Pertumbuhan Rumah di Jual di Yogyakarta saat ini semakin pesat, hal ini juga turut mendorong naiknya harga tanah di Jogja. Bahkan harga tanah sudah tidak masuk akal,” ujar Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Edy Waluyo saat dihubungi Tim DataRumahJogja.

Akibatnya, kata Remigius, hunian vertikal kini semakin diminati para pengembang karena mahalnya harga tanah. Kecenderungan masyarakat Jogja yang tadinya lebih memilih hunian landed kini mulai mengikuti konsep hunian yang dikembangkan para pengembang saat ini. “Saat ini pembangunan kondotel mulai marak di Jogja dan respons masyarakat juga bagus,” katanya.

Remigius mengungkapkan harga tanah di wilayah Sleman dan Kota Jogja memang makin mahal. Bahkan Untuk Kawasan TerteAkibatnya pengembang kini mulai melirik daerah lain.

Kenaikan harga tanah di Jogja juga disampaikan General Manager CitraSun Garden Jogja  Vica Yustisiana Wirastuti. Tumbuh pesatnya properti dikotaini setidaknya membuat harga tanah setiap bulannyantu Seperti Malioboro Harga Tanah Bisa Mencapai 30 Juta Per Meter Dan selalu mengalami kenaikan.

“Sekarang ini harga tanah kami sekitar Rp7 juta per meter perseginya. Kenaikan harganya setiap bulan hampir sekitar tiga persenan,” ujar Vica, salah satu Pengembang Perumah
 an di Yogyakarta.

Meski pembangunan perumahan tersebut berada di kawasan pinggiran Sleman, Vica mengatakan harga tanahnya pun juga makin mahal. Menurut dia, setelah Bali , harga tanah di Jogja termasuk yang paling tinggi.

“Pertama Bali, Jogja, Lalu Jakarta ini saya rasa jadi kota kedua dengan harga tanah yang tinggi. Kenaikan harga tanah inipun juga sangat mempengaruhi harga Jual Rumah Jogja,”




DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI





More aboutHarga Rumah di Yogyakarta Selangit, Konsumen Cuma Bisa Gigit Jari

Rumah Dijual di Yogyakarta NEWS : HARGA TANAH YOGYAKARTA TERMAHAL KE-DUA DI INDONESIA

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta


Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012
Bisnis properti di Yogyakarta sudah bukan lagi harus mengandalkan pasar dan pelaku lokal. Berdatanganya developer kelas kakap yang membenderol properti selangit, menunjukkan Kota Gudeg sudah menjadi pasar stragetis nasional.

Ketua Real Estat Indonesia (REI) DIY, Remingius Edi Waluyo mengatakan properti Yogyakarta diminati pasar luar daerah karena berbagai alasan, satu di antaranya anggapan sebagai wilayah yang aman, dan konsisi ekonomi serta politik yang stabil.

"Yogya mempunyai reputasi sebagai kota yang paling nyaman ditinggali, biaya hidup relatif rendah, sehingga banyak orang yang ingin menghabiskan masa tuanya di Yogyakarta," kata Remi beberapa waktu lalu.

Karena alasan itu, banyak orang yang ingin memiliki rumah di Yogyakarta, yang kemudian berkorelasi dengan peningkatan harga tanah. Bahkan, kini harga tanah di wilayah ini sudah menjadi yang termahal kedua di Indonesia, setelah Bali.

"Ini menjadikan harga tanah di Yogya semakin tidak realistis jika dibandingkan daerah lain, seperti Semarang dan Solo. Dua wilayah yang peningkatan harga tanahnya sangat pesat adalah kota Yogya dan Sleman. Pergantian harga tanah di wilayah itu hanya dalam hitungan bulan," ujarnya.

Kondisi seperti ini, satu sisi bisa menggairahkan bisnis properti di Yogyakarta. Namun, di sisi lain, memberatkan pengemban lokal, karena harga rumah menjadi sangat mahal.

"Pengembang bermodal menengah harus segera memutarkan uangnya agar bisnis ini terus berjalan. Tetapi yang paling kasihan justru orang Yogya, yang makin tidak bisa membeli rumah di tanah kelahirannya," keluhnya.

Lebih lanjut, Remigius mengatakan, secara umum dari nilai strategis perumahan di Kota Yogyakarta, harus tersedia tanah yang berharga rata-rata Rp 1 juta per meter.
Ia menjelaskan, nilai strategis tanah bergantung pada lokasi, terutama akses jalan, jaringan, kontur tanah, daya dukung tanah dan lain-lain. Sementara nilai komersil tanah biasanya ditentukan segi kepentingan bisnis atau usaha.

"Yogya cenderung dipilih untuk pemukiman atau perumahan, karena punya nilai strategis berupa situasi yang kondusif. Sementara dari nilai bisnis sangat minim karena investasi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat Yogya," ungkapnya.

Untuk prospek permukiman DIY di tahun 2012, diperkirakan tumbuh lebih baik atau setidaknya sama dengan tahun 2011 lalu sebesar 25 persen. Meski terjadi krisis global namun tidak berpengaruh pada perekonomian DIY dan hanya berpengaruh pada daya beli masyarakat.

"Pemukiman yang diperkirakan akan tumbuh, terutama di Kabupaten Bantul dan Kabuaten Kulonprogo karena kawasan Kulonprogo rencananya akan di bangun pelabuhan laut dan bandara sehingga sudah banyak pengembang yang melirik daerah tersebut," imbuhnya.

Sumber berita : TribunNews.




DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI


More aboutRumah Dijual di Yogyakarta NEWS : HARGA TANAH YOGYAKARTA TERMAHAL KE-DUA DI INDONESIA

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 H

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta

Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012


Klik Gambar Untuk Memperbesar






DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI



More aboutJadwal Imsakiyah Ramadhan 1433 H

EKSOTISME ALAM GUNUNG KIDUL

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta

Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012
Keindahan alam gunung kidul memang sungguh menakjubkan, walaupun demikian keindahanya itu seakan tenggelam dibandingkan kawasan sleman. dan mungkin sekaranglah Eksotismenya siap untuk dibangkitkan. Anda berminat kesana ?























DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI


More aboutEKSOTISME ALAM GUNUNG KIDUL

Sate Klathak, Jajanan MAK NYUS Dari Jogja

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta


Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012
Sate Klatak, Sate yang satu ini terbilang cukup unik dan hanya ada di daerah Yogyakarta.

Sate klatak hanya dibumbui dengan garam dan dipanggang menggunakan jeruji besi. Meskipun terkesan sederhana, namun justru kesederhanaan inilah yang menjadi daya tarik sate terebut. Sate klatak ini bahkan mampu menjadi ikon wisata kuliner Yogyakarta.

Ketika sate-sate yang lainnya mengandalkan bumbu beragam sebagai daya tarik utamanya, maka sate klatak tetap bertahan hanya menggunakan garam sabagi bumbu utamanya.

Bagi anda yang baru pertama kali membeli sate klatak mungkin akan sedikit tertegun saat mengetahui jumlah tusukan yang ada dalam satu porsi sate hanya terdiri dari dua tusuk saja.

Namun meski sate ini hanya terdiri dari dua tusuk, irisan daging yang digunakan untuk membuat sate ini terbilang cukup besar dibandingkan sate yang lainnya.

Tusuk yang digunakan sate klatak terbuat dari jeruji besi. Tusuk dari jeruji besi ini digunakan karena sifat besi yang merupakan penghantar panas yang baik.

Sehingga irisan daging sate yang besar bisa matang dengan sempurna.di dalamnya. Untuk menghindari adanya karat dalam tusuk jeruji besi, penjual sate biasanya menggosok jeruji besi dengan pasir setelah dipakai.

Sate klatak yang sudah matang disajikan dengan irisan tomat,mentimun, dan kol. Selain itu ada juga kuah kari yang menjadi pendamping untuk menikmati sate klatak.

Lantaran keunikan bentuk,tempat dan juga rasanya, sate klatak sering menjadi tempat singgah para seniman yogyakarta untuk menghabiskan sisa malam.

Salah satu yang sering berkunjung menikmati sate ini adalah Butet kertaradjasa. Selain seniman lokal,artis ibukota pun juga ada yang menyukai sate ini, misalnya dian sastro dan rike dyah pitaloka.

Harga sate klatak ini terbilang cukup tinggi, harga sate klatak yang ada di pasar jejeran, satu porsi dibandrol dengan harga Rp.10.000,- . Menurut salah satu penjual sate klatak, tingginya harga sate ini dikarenakan irisan dagingnya yang besar dan menggunakan daging kambing terbaik.


DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI




More aboutSate Klathak, Jajanan MAK NYUS Dari Jogja

Perkembangan Bandara Kulon Progo Yogyakarta

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta





Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012
PT Angkasa Pura I (Persero) melakukan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Chairman dari GVK Power & Infrastructure India untuk membicarakan tentang rencana pembangunan Bandara Baru Yogyakarta. Pertemuan dilangsungkan pada Hari Rabu 23 Februari 2011 di Restaurant Teratai yang berada di Hotel Borobudur Jakarta.

Angkasa Pura I dihadiri oleh Direktur Utama Tommy Soetomo, Direktur Operasi dan Teknik Harjoso Tjatur Prijanto, Direktur Komersil Robert Daniel Waloni, Direktur Keuangan Gunawan Agus Subrata, Komisaris Isnoor Harjanto, dan Sekretaris Perusahaan Miduk Situmorang. GVK diwakili oleh Chairman GVK Reddy, Vice Chairman GV Sanjay Reddy, dan President – Project Development Karthi Gajendran.

PT Angkasa Pura I (AP I) akan membangun bandara baru di Yogyakarta yang diperkirakan membutuhkan biaya ± Rp 1,2 triliun. Bandara yang sedianya memiliki kapasitas yang akan dapat menampung 5-6 juta penumpang per tahun itu pembangunannya akan dikerjasamakan dengan GVK, perusahaan asal India yang sukses mengelola Bandara Mumbai dan Bangalore.

Tommy Soetomo mengatakan, pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding / MoU) dengan GVK pada akhir bulan lalu di New Delhi, India. Kini, kedua pihak membahas rencana studi kelayakan dan lokasi untuk proyek tersebut.



“Pemerintah setempat sangat mendukung. Bandara lama di Yogyakarta itu milik TNI Angkatan Udara sehingga harus dikembalikan. Belum lagi daya tampungnya kecil. Saat ini melayani 3,5 juta penumpang dengan kapasitas yang dimiliki 1,5 juta penumpang,” katanya.

Chairman GVK, GVK Reddy mengungkapkan perseroan berencana membangun dua bandara di Indonesia yakni di Bali dan Jawa. Dia memprediksi untuk kedua proyek tersebut membutuhkan dana sekitar US$ 1,5-2 miliar untuk lima hingga sepuluh tahun mendatang.


DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI


More aboutPerkembangan Bandara Kulon Progo Yogyakarta

Keindahan Pantai Sundak Jogja

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta


Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012


Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012

Pantai Sundak berlokasi di desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pantai Sundak berada di ujung paling timur deretan pantai-pantai Baron, Krakal, Kukup. Pantai ini memang relatif alami, cantik dengan dominasi laut berwarna biru dan pasir pantai yang berwarna putih. Pantai Sundak sangat menarik dikunjungi di pagi hari maupun sore hari. Sunset dan sunrise di pantai ini memang menawarkan pemandangan alam yang spektakuler. Pantai yang relatif sepi ini mungkin akan menawarkan sesuatu yang menarik bagi Anda yang menginginkan sebuah ketenangan. Pantai Sundak tak seterkenal pantai baron, tapi buat orang yang ingin mencari ketenangan tentu pantai Sundak adalah pilihan yang tepat. Lembaran pasir putih yang terhampar di sepanjang bibir pantai, menunggu desiran Ombak menerpa, seakan memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi orang yang mendambakannya.



DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI


More aboutKeindahan Pantai Sundak Jogja

Wisata Pantai Sadeng Yogyakarta

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta







Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012

Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir tenang dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi. Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa perlahan terangkat. Arus sungai akhirnya tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya. Wilayah ini menjadi kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.

Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik. Tak ketinggalan Pantai Sadeng yang menjadi muaranya, selain menjadi objek wisata juga menjadi salah satu pelabuhan perikanan besar di Yogyakarta. Keduanya menjadi jejak geologi yang berharga. Beberapa waktu lalu, sempat diadakan paket wisata menyusuri jalur Bengawan Solo Purba hingga muaranya.

Dalam perjalanan menuju Pantai Sadeng, beberapa ratus meter jalur aliran Bengawan Solo Purba bisa dinikmati pemandangannya. Jalur aliran itu bisa dilihat setelah sampai di dekat plang biru bertuliskan "Girisubo - Ibukota Kecamatan". Berhenti sejenak di pinggir jalan menuju pantai atau berjalan perlahan adalah cara paling tepat untuk menikmati pemandangan bekas aliran ini, sekaligus memberi kesempatan mengabadikannya dengan kamera.

Tampak dua buah perbukitan kapur yang tinggi memanjang mengapit sebuah dataran rendah yang semula adalah jalur aliran. Dataran rendah yang kini menjadi lahan berladang palawija penduduk setempat itu berkelok indah, memanjang sejauh 7 kilometer ke arah utara, hingga wilayah Pracimantoro di Kabupaten Wonogiri. Kelokannya membuat mata tergoda untuk menyusurinya ke utara hingga ke tempat pembalikan aliran sungainya.

Jalur aliran juga bisa disusuri ke arah selatan hingga bekas muaranya di Pantai Sadeng. Menurut penuturan salah seorang nelayan, muara Bengawan Solo Purba berada di pantai sebelah timur, wilayah yang kini termasuk areal pelabuhan perikanan. Meski demikian, penyusuran ke selatan tak akan seindah ke utara, sebab jalan yang menuju ke Pantai Sadeng tidak searah dengan jalur aliran sungai terbesar di Jawa itu.

Bila telah sampai ke pantainya, maka pemandangan berbeda akan dijumpai. Wilayah pantai juga telah mengalami perubahan, seperti jalur aliran yang kini menjadi ladang-ladang penduduk. Pantai Sadeng kini menjadi pelabuhan perikanan di Yogyakarta yang paling maju, terbukti dengan kelengkapan sarana pendukungnya, seperti perahu motor yang berukuran lebih besar, terminal pengisian bahan bakar, rumah pondokan nelayan hingga tempat pelelangan ikan dan koperasi.

Berkembangnya Sadeng sebagai pelabuhan ikan pun punya cerita tersendiri. Sekitar tahun 1983, serombongan nelayan ikan dari Gombong, Jawa Tengah datang ke tempat ini. Mereka menganggap Sadeng sangat berpotensi sebagai tempat melaut. Tantangannya cukup berat, bukan hanya karena ombak laut selatan yang besar, tetapi juga kepercayaan penduduk setempat yang tak memperbolehkan melaut dan wilayah pantai yang konon wingit.

Namun, salah satu nelayan bernama Pairo yang ditemui YogYES, mengungkapkan bahwa nelayan Gombong saat itu berkeyakinan, "Sopo Wae mlebu Sadeng Sedeng". Berarti, siapa saja berani tinggal di Sadeng akan diberi kekuatan untuk hidup. Akhirnya, bertahanlah serombongan nelayan dari Gombong itu, sedikit demi sedikit hingga hasil tangkapan ikan pun terus meningkat dan mereka mampu bertahan hidup.

Kemajuan pun terus dicapai. Tahun 1986, didirikan tempat pelelangan ikan dan dibangun pelabuhan yang dilengkapi mercusuar untuk mendukung aktivitas perikanan. Sekitar tahun 1989, berdiri sebuah koperasi untuk membantu para nelayan. Hingga akhirnya pada tahun 1995, berdiri kantor yang mengurus hasil tangkapan ikan sekaligus pondokan serupa rumah petak yang dikontrakkan untuk para nelayan.

Berkeliling ke penjuru pantai adalah cara untuk menikmati kemajuan perikanan di Sadeng. Akan tampak sekelompok nelayan yang membersihkan perahu, mengangkut ikan dari perahu ke tempat pelelangan, menggiling es batu untuk dimasukkan dalam kotak ikan sebelum didistribusikan, hingga ibu-ibu nelayan yang mengasuh anak-anak di pondokan. Seluruh warga pantai seolah sibuk dengan aktivitas perikanannya.

Selain itu, bisa juga menyusuri bibir pantai di sebelah timur dan menuju gundukan pasir yang berada di dekat mercusuar. Pemandangan laut lepas akan tampak jelas, beserta deburan ombaknya yang besar. Tak seperti pantai di Gunung Kidul umumnya, Sadeng tak banyak memiliki karang-karang raksasa sehingga pandangan mata tak akan terhalang. Kadang, bisa juga disaksikan perahu nelayan yang tengah melaut.

Mengunjungi Sadeng bagaikan menyaksikan sebuah proses evolusi. Selama perjalanan, bisa dikenang evolusi dataran rendah jalur aliran Bengawan Solo Purba dari tempat mengalirnya air hingga menjadi ladang palawija yang produktif. Sementara, mengunjungi pantainya seolah mengenang pantai yang semula muara sungai menjadi daerah sepi dan akhirnya berkembang menjadi pelabuhan perikanan terbesar di Yogyakarta.

Sumber :

http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/beach/sadeng/



DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI


More aboutWisata Pantai Sadeng Yogyakarta

RUMAH DIJUAL DI YOGYAKARTA : RUMAH 5 KAMAR CUMA 380 JUTA, NEGONYA GILA - GILAAN !!!

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta

Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012
[ SOLD OUT ]




Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012

Terletak di Perumahan Pendowo Asri, Jl. Bantul KM 7,5 yogyakarta

Hanya 5 Menit dari Ring Road
Dan 15 Menit dari Alun - alun Keraton Yogyakarta

lokasi berkembang dengan kemudahan akses menuju fasilitas umum.
nuansa alami dan menenangkan.
sangat cocok bagi anda yang mendambakan kenyamanan & kemudahan dalam bertempat tinggal.

Spesifikasi Rumah :
L. Tanah : 143 m2
L. Bangunan : 200 m2

2 Lantai dengan 5 Kamar Tidur.
Terdapat Garasi, Ruang Tengah & Ruang Atas Sangat Luas.

Fasilitas Perumahan :
Security 24 Jam
Tempat Ibadah : Masjid

HARGA HANYA : 380 JUTA (SUDAH TERMASUK PAJAK)


NEGONYA GILA - GILAAN !!!


NYESEL KALO SAMPE GA NAWAR !!!


Mau KPR ??? SANGAT BISA

DP PERTAMA LANGSUNG BALIK NAMA

LEGALITAS 100% TERJAMIN


CUMA 1 UNIT, HARGA PALING BERSAING.



DAPATKAN RUMAH IDAMAN ANDA SEKARANG JUGA !!! KLIK DISINI


More aboutRUMAH DIJUAL DI YOGYAKARTA : RUMAH 5 KAMAR CUMA 380 JUTA, NEGONYA GILA - GILAAN !!!

Malioboro

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta




Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012

Matahari bersinar terik saat ribuan orang berdesak-desakan di sepanjang Jalan Malioboro. Mereka tidak hanya berdiri di trotoar namun meluber hingga badan jalan. Suasana begitu gaduh dan riuh. Tawa yang membuncah, jerit klakson mobil, alunan gamelan kaset, hingga teriakan pedagang yang menjajakan makanan dan mainan anak-anak berbaur menjadi satu. Setelah menunggu berjam-jam, akhirnya rombongan kirab yang ditunggu pun muncul. Diawali oleh Bregada Prajurit Lombok Abang, iring-iringan kereta kencana mulai berjalan pelan. Kilatan blitz kamera dan gemuruh tepuk tangan menyambut saat pasangan pengantin lewat. Semua berdesakan ingin menyakasikan pasangan GKR Bendara dan KPH Yudhanegara yang terus melambaikan tangan dan menebarkan senyum ramah.


Itulah pemandangan yang terlihat saat rombongan kirab pawiwahan ageng putri bungsu Sultan Hamengku Buwono X lewat dari Keraton Yogyakarta menuju Bangsal Kepatihan. Ribuan orang berjejalan memenuhi Jalan Malioboro yang membentang dari utara ke selatan. Dalam bahasa Sansekerta, malioboro berarti jalan karangan bunga karena pada zaman dulu ketika Keraton mengadakan acara, jalan sepanjang 1 km ini akan dipenuhi karangan bunga. Meski waktu terus bergulir dan jaman telah berubah, posisi Malioboro sebagai jalan utama tempat dilangsungkannya aneka kirab dan perayaan tidak pernah berubah. Hingga saat ini Malioboro, Benteng Vredeburg, dan Titik Nol masih menjadi tempat dilangsungkannya beragam karnaval mulai dari gelaran Jogja Java Carnival, Pekan Budaya Tionghoa, Festival Kesenian Yogyakarta, Karnaval Malioboro, dan masih banyak lainnya.

Sebelum berubah menjadi jalanan yang ramai, Malioboro hanyalah ruas jalan yang sepi dengan pohon asam tumbuh di kanan dan kirinya. Jalan ini hanya dilewati oleh masyarakat yang hendak ke Keraton atau kompleks kawasan Indische pertama di Jogja seperti Loji Besar (Benteng Vredeburg), Loji Kecil (kawasan di sebelah Gedung Agung), Loji Kebon (Gedung Agung), maupun Loji Setan (Kantor DPRD). Namun keberadaan Pasar Gede atau Pasar Beringharjo di sisi selatan serta adanya permukiman etnis Tionghoa di daerah Ketandan lambat laun mendongkrak perekonomian di kawasan tersebut. Kelompok Tionghoa menjadikan Malioboro sebagai kanal bisnisnya, sehingga kawasan perdagangan yang awalnya berpusat di Beringharjo dan Pecinan akhirnya meluas ke arah utara hingga Stasiun Tugu.

Melihat Malioboro yang berkembang pesat menjadi denyut nadi perdagangan dan pusat belanja, seorang kawan berujar bahwa Malioboro merupakan baby talk dari "mari yok borong". Di Malioboro Anda bisa memborong aneka barang yang diinginkan mulai dari pernik cantik, cinderamata unik, batik klasik, emas dan permata hingga peralatan rumah tangga. Bagi penggemar cinderamata, Malioboro menjadi surga perburuan yang asyik. Berjalan kaki di bahu jalan sambil menawar aneka barang yang dijual oleh pedagang kaki lima akan menjadi pengalaman tersendiri. Aneka cinderamata buatan lokal seperti batik, hiasan rotan, perak, kerajinan bambu, wayang kulit, blangkon, miniatur kendaraan tradisional, asesoris, hingga gantungan kunci semua bisa ditemukan dengan mudah. Jika pandai menawar, barang-barang tersebut bisa dibawa pulang dengan harga yang terbilang murah.

Selain menjadi pusat perdagangan, jalan yang merupakan bagian dari sumbu imajiner yang menghubungkan Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Kraton Yogyakarta, Tugu, dan Gunung Merapi ini pernah menjadi sarang serta panggung pertunjukan para seniman Malioboro pimpinan Umbu Landu Paranggi. Dari mereka pulalah budaya duduk lesehan di trotoar dipopulerkan yang akhirnya mengakar dan sangat identik dengan Malioboro. Menikmati makan malam yang romantis di warung lesehan sembari mendengarkan pengamen jalanan mendendangkan lagu "Yogyakarta" milik Kla Project akan menjadi pengalaman yang sangat membekas di hati.

Malioboro adalah rangkaian sejarah, kisah, dan kenangan yang saling berkelindan di tiap benak orang yang pernah menyambanginya. Pesona jalan ini tak pernah pudar oleh jaman. Eksotisme Malioboro terus berpendar hingga kini dan menginspirasi banyak orang, serta memaksa mereka untuk terus kembali ke Yogyakarta. Seperti kalimat awal yang ada dalam sajak Melodia karya Umbu Landu Paranggi "Cintalah yang membuat diriku betah sesekali bertahan", kenangan dan kecintaan banyak orang terhadap Malioboro lah yang membuat ruas jalan ini terus bertahan hingga kini.

Keterangan: Karnaval dan acara yang berlangsung di Kawasan Malioboro biasanya bersifat insidental dengan waktu pelaksanaan yang tidak menentu. Namun ada beberapa kegiatan yang rutin diselenggarakan setiap tahun seperti Jogja Java Carnival yang selalu dilaksanakan tiap bulan Oktober, Festival Kesenian Yogyakarta pada bulan Juni hingga Juli, serta Pekan Kebudayaan Tionghoa yang dilaksanakan berdekatan dengan perayaan tahun baru China (Imlek).



More aboutMalioboro

Sejarah Yogyakarta

Diposting oleh Rumah Dijual di Yogyakarta

Rumah dijual di Yogyakarta | Rumah Jogja TERBARU 2012
Keberadaan Kota Yogyakarta tidak bisa lepas dari keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi yang memperjuangkan kedaulatan Kerajaan Mataram dari pengaruh Belanda, merupakan adik dari Sunan Paku Buwana II. Setelah melalui perjuangan yang panjang, pada hari Kamis Kliwon tanggal 29 Rabiulakhir 1680 atau bertepatan dengan 13 Februari 1755, Pangeran Mangkubumi yang telah bergelar Susuhunan Kabanaran menandatangani Perjanjian Giyanti atau sering disebut dengan Palihan Nagari . Palihan Nagari inilah yang menjadi titik awal keberadaan Kasultanan Yogyakarta. Pada saat itulah Susuhunan Kabanaran kemudian bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana Senopati Ing Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah Ingkang Jumeneng Kaping I. Setelah Perjanjian Giyanti ini, Sri Sultan Hamengku Buwana mesanggrah di Ambarketawang sambil menunggui pembangunan fisik kraton.


Sebulan setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon tanggal 29 Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram – Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awalnya bernama Garjitawati.

Pembangunan ibu kota Kasultanan Yogyakarta ini membutuhkan waktu satu tahun. Pada hari Kamis pahing tanggal 13 Sura 1682 bertepatan dengan 7 Oktober 1756, Sri Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarganya pindah atau boyongan dari Pesanggrahan Ambarketawan masuk ke dalam Kraton Ngayogyakarta. Peristiwa perpindahan ini ditandai dengan candra sengkala memet Dwi Naga Rasa Tunggal berupa dua ekor naga yang kedua ekornya saling melilit dan diukirkan di atas banon/renteng kelir baturana Kagungan Dalem Regol Kemagangan dan Regol Gadhung Mlathi. Momentum kepindahan inilah yang dipakai sebagai dasar penentuan Hari Jadi Kota Yogyakarta karena mulai saat itu berbagai macam sarana dan bangunan pendukung untuk mewadahi aktivitas pemerintahan baik kegiatan sosial, politik, ekonomi, budaya maupun tempat tinggal mulai dibangun secara bertahap. Berdasarkan itu semua maka Hari Jadi Kota Yogyakarta ditentukan pada tanggal 7 Oktober 2009 dan dikuatkan dengan Peraturan Daerah Kota Yogyakarta Nomor 6 Tahun 2004.

Sumber :
Risalah Peraturan Daerah Kota Yogyakarta No 6 Tahun 2004.


More aboutSejarah Yogyakarta

Ads